Searching...
Monday, April 16, 2012

Gunung Sangga Buana - Kuburan di Atas Awan

Gunung Sangga Buana Karawang. Ketika membaca judulnya apa yang Anda pikirkan? Rasa takut, ngeri, atau malah takjub? Mungkin di kalangan para pendaki Indonesia belum banyak yang tahu mengenai keberadaan gunung yang satu ini. Jika kita menyebut Sangga Buana, mereka cenderung mengarah pada salah satu pos pendakian Gunung Ciremai yang akan kita lewati jika kita mendaki melalui jalur Linggarjati. Akan tetapi bukan itu yang akan kita bahas kali ini, melainkan sebuah dan satu-satunya gunung yang berada di Kabupaten Karawang, yaitu Gunung Sangga Buana Karawang.

Sangga Buana adalah sebuah gunung yang berada di Kabupaten Karawang, tepatnya di daerah Loji, Pangkalan. Sebenarnya gunung ini terletak di perbatasan tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cianjur. Ada beberapa Curug (Air Terjun) yang berada di kaki Gunung Sangga Buana, yang paling terkenal yaitu Curug Cigentis dan Curug Bandung. Di akhir pekan dan libur nasional Kawasan Curug ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal yang berasal dari Kabupaten Karawang dan sekitarnya.

Jalur pendakian Gunung Sangga Buana.
Jalur Awal Pendakian
Jalur Awal Pendakian
Banyak yang bilang Sangga Buana adalah Gunung Lawunya Jawa Barat. Jalur pendakian gunung ini terbilang lumayan terjal, tanjakan serta kontur tanahnya mirip sekali dengan Gunung Cireme. Di awal jalur pendakian kita akan menjumpai areal pesawahan warga dengan background barisan bukit (bukan bukit barisan yah) yang sangat indah. Selang beberapa  saat selepas areal pesawahan, kita akan menemukan sebuah perkampungan penduduk yang hanya terdiri dari beberapa keluarga saja. Jangan kaget, di perkampungan kecil ini Anda akan menjumpai beberapa kuburan yang tepat berada di tengah jalan.

Selepas perkampungan kecil tersebut kita akan menjumpai areal persawahan yang cukup luas. Setelah itu kita akan memasuki hutan yang tidak begitu rapat. Dan sekarang jalur pendakian yang tadinya sangat landai dan bersahabat, kini mulai menanjak dan agak sedikit terjal. Namun jangan khawatir bonus(jalur landai) akan sering kita jumpai di gunung ini.
Pancuran Sakral, Mistis, Pesugihan, Ajain
Pancuran Kejayan
Di tengah perjalanan kita akan menjumpai sebuah pancuran yang sangat sayang untuk dilewatkan.  Masyarakat sekitar Gunung Sangga Buana menyebut pancuran ini dengan nama Pancuran Kejayan. Di sekitaran pancuran ini juga terdapat bangunan kecil yang bisa kita jadikan sebagai tempat istirahat. Berhenti sejenak di area pancuran ini merupakan ide yang sangat bagus sebelum kita melanjutkan perjalanan.

Setelah beristirahat persiapkan diri Anda untuk menghadapi tanjakan yang lumayan curam. Tanjakan ini diberi nama tanjakan dua jam. Kenapa seperti itu? Karena untuk melewati tanjakan ini dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar dua jam. Apalagi pada saat musim hujan jalur ini akan terasa sangat licin dan menguras tenaga. Dan tanjakan yang tadinya bernama dua jam mungkin akan berubah menjadi tanjakan empat jam, lima jam, atau tanjakan berjam-jam.
Tanjakan Dua Jam
Tanjakan Dua Jam


Setelah kita melewati tanjakan yang sangat merepotkan ini kita akan sampai pada sebuah tempat yang cukup lapang. Di tempat ini juga berdiri sebuah bangunan yang terbuat dari kayu. Anda bisa beristirahat di sini. Jika Anda tidak ingin bermalam di areal puncak, Anda bisa ngecamp di sini. Untuk sampai di puncak Gunung Sangga Buana dari areal lapang ini hanya dibutuhkan waktu sekitar satu jam.

Setelah sampai puncak rasa penasaran Anda akan segera terbayar, selamat Anda telah  sampai di Kuburan di Atas Awan. Puluhan bangunan kecil yang menyerupai rumah berjejer rapi di atas puncak ini. Dan Anda tahu apa yang ada di dalam bangunan ini, ya Anda betul, jawabanya adalah Makam. Saya sendiri kurang tahu makam-makam siapa yang ada di puncak ini. Namun menurut beberapa sumber makam-makam ini adalah makam nenek moyang penduduk asli Karawang. Saya tak sempat menghitung ada berapa makam di puncak itu, yang jelas ada banyak sekali.
Makam di Puncak Gunung Sangga Buana
Makam di Puncak Gunung Sangga Buana

Makam Anek Mengerikan
Jejeran bangunan Yang Isinya Makam

Salah Satu Bangunan Yang Isinya Makam
Salah Satu Bangunan Yang Isinya Makam

Di puncak ini juga ada sebuah warung yang menjual beraneka macam makanan, mulai dari nasi, lauk, makanan ringan, air mineral, dll. Pemilik warung ini sangat ramah dan baik hati. Anda bisa bertanya-tanya tentang Gunung Unik ini kepada pemilik warung. Saya jamin, dengan sangat antusias mereka akan menjawab semua pertanyaan yang Anda ajukan.
Warung Yang Ada di Puncak
Warung Yang Ada di Puncak
Kuburan-kuburan inilah yang membuat banyak orang mengunjungi Puncak Gunung Sangga Buana. Entah karena alasan apa mereka rela bersusah payah mendaki puncak ini, semoga saja niat mereka berada di jalan yang benar. Bagi saya pribadi kuburan-kuburan ini telah memberikan keunikan tersendiri yang jarang kita temukan di gunung-gunung lainnya. Jika Anda mempunyai waktu luang sempatkanlah untuk  berkunjung ke Gunung Sangga Buana Karawang. Saya jamin Anda tidak akan pernah menyesal telah bersusah payah mendaki gunung ini. Rasa susah selama pendakian akan terbayar dengan keunikan puncak yang syarat akan misteri.

13 Komentar:

  1. lebih seru di kasih foto mas. :D

    ReplyDelete
  2. @sucip:Wah setuju cip... Tahu gak kenapa belum ada fotonya? soalnya kemarin inetnya lemot banget, upload dua foto aja gak masuk-masuk, mengenaskan.... ntar malam aku coba lagi. :)

    ReplyDelete
  3. Mantap ...keren

    ReplyDelete
  4. ya mau sih naik ke gunung sangga buana tapi takut ga kuat pendakiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Usahakan pendakiannya dibikin nyantai, jangan diporsir. Berangkat pagi aja, 1 jam istirhat 10 menit. insyaAllah sore bisa sampai puncak :)

      Delete
  5. sebenarnya pengen lihat foto pemandangannya,..:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha.. la itu udah ada fotonya, walaupun cuman sedikit. :D

      Delete
  6. Pusdik Kostrad letaknya apa di Gunung Sanggabuana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang jelas disini ada Gan... :) cabangnya kali...hehehe

      Delete
  7. maaf gan aku mautanya, kalo jalur perjalanan yg dekat untuk naik ke gunung sangga buana jalurmana yah? misalkan uku dari daerah purwakarta>

    ReplyDelete
  8. Kang Mul, saterang abi mah di Purwakarta kasangabuana langkung caket pami jalan jatiluhur, aya anu tembusanka loji

    ReplyDelete
  9. Ada berapa Pancoran Mas disana? yang saya Tau cuma ada dua pancoran.
    Pancoran pertama biasa dilewati para pendaki/pejiarah dan yang kedua berada di atas namun kalau mau menuju kepancoran tersebut harus turun dulu,, disitu biasa disebut pancoran Mas. sayangnya ga bisa berfoto ria karena saya star naik jam 4 sore sampai puncak jam 9 malam.

    ReplyDelete

 
Back to top!